Usaha yang Cocok untuk Santri Jalankan di Pondok Pesantren

Siapa yang tidak ingin mempunyai pondok pesantren yang mandiri secara keuangan alias tidak tergantung kepada subsidi pemerintah? Saat ini sudah banyak pondok pesantren yang memiliki sayap bisnis untuk menopang operasionalisasi yayasan. Contohnya adalah Pondok Pesantren Temboro di Magetan dan Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan. Keduanya mempunyai bidang bisnis yang bermacam-macam dan semuanya berjalan lancar sehingga mampu menutu biaya operasional pondok. Berikut ini tulisan akan mengulas mengenai usaha yang cocok untuk santri di Pondok Pesantren.

Berbicara mengenai bisnis di lingkup pondok pesantren, akan ada banyak sekali potensi di pesantren yang layak untuk kita berdayakan. Melalui pemberdayaan bisnis ini kita sebagai pengelola pesantren dapat mengatur sendiri keuangan pesantren untuk digunakan kemaslahatan umat. Tentunya cukup sulit untuk mengawali proyek pemberdayaan bisnis di pesantren. Karena pada dasarnya pesantren adalah lembaga pendidikan informal yang mencetak dai dan pendakwah. Namun justru dari kekhasan tersebut lah kita dapat menentukan corak bisnis apa yang sesuai dengan cita-cita pesantren. Berikut ini adalah usaha yang cocok untuk santri jalankan di pondok pesantren.

  1. Jual Beli Kitab

Pondok pesantren dapat menjadi agen penyalur kitab kitab yang berkualitas dari penerbit ke toko-toko kitab misalnya. Hal ini sangat menguntungkan karena pesantren sudah sepenuhnya paham mana kitab yang berkualitas dan layak untuk didistribusikan ke masyarakat. Keuntungan dari jual beli kitab ini tentunya sangatlah kecil, namun pesantren adalah pihak yang dipercaya secara langsung oleh masyarakat terkait barang yang satu ini. jadi bagi, pengelola pesantren tidak ada salahnya kita membuka toko online untuk berjualan kitab. Pasti banyak yang mencari barang tersebut secara online. Ini dapat usaha yang cocok untuk santri yang paling menguntungkan.

Keuntungan dari Bisnis dari Pesantren memang tidak seberapa besar, tetapi dapat menjadi pondasi untuk kemandirian keuangan pesantren

  1. Jual Kaligrafi

Kalangan orang-orang pesantren sudah tidak diragukan lagi dalam soal membuat tulisan arab yang indah atau akrab kita sebut kaligrafi. Selalu ada orang-orang yang mencari kaligrafi berbagai ukuran untuk menghiasi rumahnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya para santri dan pengelola pondok pesantren untuk membuat sentra kaligrafi lalu memasarkannya lewat online. Potensi ini harus kita manfaatkan karena di kita harus menjual sendiri apa yang menjadi karya kita. proses pemasaran kaligrafi tentunya tidak membutuhkan banyak biaya karena kita hanya akan mengandalkan ketepatan dan estetika foto saja.

  1. Jual Baju Muslim atau Baju Takwa

Kebutuhan akan pakaian, apalagi pakaian muslim sangat diperlukan oleh masyarakat kita. Oleh karena itu tidak ada salahnya bagi pengelola pesantren untuk membuka toko online baju muslim dan takwa. Ada banyak kelebihan apabila pesantren bisa membuka toko baju muslim, pertama terkait dengan kepercayaan masyarkaat terhadap pesantren, dan juga kebutuhan untuk model baju untuk promosi dapat teratasi karena bisa memanfaatkan kehadiran para santri. Potensi ini harus segera dieksekusi agar pondok pesantren lekas bisa mandiri dari segi keuangan. Melalui toko online baju muslim ini nantinya juga bisa berkembang menjadi produsen baju muslim. Cukup menggiurkan b ukan?

  1. Reparasi dan Jual Alat Rebana atau Hadrah

Masih jarang sekali jasa yang menyediakan untuk reparasi alat kesenian hadrah semacam ini. Hal ini sebabnya adalah mereparasi alat-alat tersebut sangat susah dan membutuhkan keahlian khusus karena harus menyetem suara. Tidak ada salahnya juga pengelola pesantren membuka penjualan dan servis alat kesenian hadrah seperti ini. Melalui strategi pemasaran yang ciamik nantinya akan semakin banyak orang datang yang akan membetulkan rebananya.

Bisnis Pesantren harus perlahan-lahan mendongkrak potensi dari masyarakat di sekitarnya

  1. Jual Beli Pupuk Organik

Banyak dari pesantren-pesantren di tempat kita berada di wilayah perdesaan. Mau tidak mau pesantren harus menyesuaikan dengan kondisi di mana mereka berada. Tidak jarang pesantren-pesantren itu terjun dalam masalah-masalah agraris, seperti penyuluhan pertanian, pembuatan pupuk, hingga pembuatan benih, dan lain-lain. Potensi ini harus betul-betul berjalan dan menghasilkan untung karena pesantren mempunyai sumber daya yang cukup untuk memproduksi pupuk misalnya. Pupuk organik yang berbahan dasar kompos ini dapat kita wadahkan ke dalam karung dan kita pasarkan untuk mendapat customer. Mungkin akan ada banyak pertanyaan seperti apakah berjualan kotoran hewan itu diperbolehkan? Tentunya sepengetahuan penulis itu tidak ada yang mengharamkan karena yang kita jual adalah hasil olahan pupuk dan bukan murni kotoran hewan.

  1. Berjualan Produk Tembakau

Penulis sempat mendengarkan kisah seorang kawan yang mengelola pondok pesantren di daerah Bululawang Kabupaten Malang. Di daerah tersebut pondok pesantren menjadi  agen pemasaran bagi produk olahan tembakau masyarakat. Malang memang terkenal dengan produk olahan tembakaunya. Karena tidak ada yang memasarkan maka salah satu pesantren yang ada di sana menjadi agen untuk marketingnya. Dan alhasil produk rokok tersebut dapat terkenal karena rasanya yang khas.

Bisnis ini dapat membantu keuangan untuk pengelolaan pondok pesantren. Tidak hanya terkait dengan produk olahan tembakau tetapi juga semua potensi yang ada di massyarakat, pesantren harus mampu membantu pemasarannya.

Itu tadi enam usaha sampingan untuk santri maupun pengelola pondok pesantren yang dapat kita coba untuk membantu keuangan pesantren.

Bisnis ala santri ini tentunya bukan omset yang menjadi tujuan utama, melainkan kebermanfaatan bagi yayasan dan pesantren. Bisnis pesantren ini tentunya harus kita rintis atas seizing dan doa restu kiai pembimbing agar mendapat sokongan baik moril maupun materiil. Itu tadi usaha atau bisnis di pesantren yang dapat kita coba bersama. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Buka WhtasApp
Hallo.
Ada yang bisa kami bantu?
Klik disini untuk chat Via WhatsApp