Budaya ABS dalam Bisnis yang Harus Kamu Hindari Sebagai Manajer

Budaya ABS dalam Bisnis – Salah satu budaya yang mengakar di Indonesia selain korupsi adalah sikap asal bapak senang. Terlepas dari awal muasal eksis-nya mentalitas ini, ternyata kita wajib untuk menghindarinya di lingkup dunia usaha yang sedang kita geluti. Seorang manajer harus segera tanggap apabila di lingkungan kerjanya sudah diselundupkan perilaku tersebut.

Budaya ABS jarang sekali terdeteksi sebagaimana virus Corona. Sebab kultur ini cenderung membuat nyaman baik pelakunya maupun obyek yang ‘disenangkan’. Kultur asal bapak senang ternyata juga pernah membuat Jepang ketinggalan terkait soal teknologi dari negeri jirannya, Korea dan Tiongkok. Sebelum tahun 2020, Jepang adalah penguasa dalam soal teknologi digital dan permesinan. Namun setelah tahun tersebut, negara ini agak mengalami penurunan soal pencapaian teknologi, hal ini tidak lain karena adanya sikap ABS di dunia bisnis orang Jepang.

Budaya ABS Dalam Bisnis

Berikut ini adalah beberapa indikator apabila dunia kerja kamu sudah termasuki budaya ABS;

  • Bisa Kita Lihat Ketika Sedang ada Masalah dalam Bisnis

Budaya ABS dalam bisnis ternyata dapat kita lihat ketika perusahaan sedang ada masalah. Kebanyakan ketika masalah tersebut hadir, entah itu berkurangnya profit atau adanya trouble dalam manajerial maka kebanyakan karyawan atau kaki tangan si boss akan lepas tangan. Mereka lepas tangan karena sudah tidak dapat lagi membuat laporan yang ‘baik-baik’ kepada atasan.

Apabila di dalam perusahaanmu sudah ada kecenderungan untuk saling lepas tangan ketika ada permasalahan mendera berarti perusahaanmu sedang terinfeksi virus ABS atau asal boss senang. Kamu harus hati-hati dan kembali memegang kendali. Adakan rapat pembahasan kondisi perusahaan apabila segala sesuatu sudah di luar kendalimu.

  • Bisa Kita Lihat Ketika Bisnis Sedang Profit

Perilaku Asal Bos Senang juga bisa kita lihat ketika perusahaan sedang mengalami kemajuan tapi sesaat. Ketika bisnis sedang meroket maka akan banyak sekali karyawan yang ABS mendekati sang owner maupun manajer perusahaan. Mereka berharap mendapatkan hasil dari kemajuan tersebut.

Indikator ini dapat mendeteksi budaya ABS dalam bisnis karena ketika segala kondisinya lancar maka itu merupakan peluang mereka untuk ‘bermanis-manis muka’ secara lebih masif lagi. Kamu wajib hati-hati dan segera ambil tindakan tegas untuk mengevaluasi kinerja perusahaanmu sebelum terlambat.

  • Bos Semakin Tidak Tahu Kemana Arah Perusahaan

Budaya Asal Bapak Senang ternyata juga berdampak jangka pendek yakni bos semakin tidak tahu kemana arah bisnisnya akan berlabuh. Ini bahaya sebab sang bos tidak tahu akan dibawa kemana dan apa keputusan yang akan diambil ketika membutuhkan sentuhannya.

Justru budaya ABS ini tidak ada manfaatnya sama sekali karena karyawan hanya memberitahukan perkembangan yang positif-positif saja dan tidak mau memberikan laporan yang apa adanya kepada atasan. Untuk menanggulangi budaya asal boss senang dalam bisnis ini kita harus segera membuat struktur perusahaan yang lebih simpel dan koordinatif lagi. Kebijakan harus kita atur kapan up-down, dan kapan harus bottom up.

  • Karyawan di Posisi Paling Bawah Semakin Banyak Kerjaan

Perilaku asal bapak senang membuat atasan semakin dimanjakan dan bawahan semakin banyak kerjaan. Kesalahannya adalah terletak pada penghubung antara karyawan dan sang atasan karena mereka seringkali melaporkan hal yang tak sesuai realitas sehingga karyawan semakin kesusahan.

Karyawan yang berada di posisi bawah semakin banyak kerjaan karena mereka tidak mendapatkan perhatian yang lebih dari atasan. Serta banyak pekerjaan tersebut terakumulasi kepadanya, padahal seharusnya pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab penghubung tim. Untuk mencegahnya kamu harus segera melakukan perampingan koordinasi dalam perusahaan sehingga kamu sebagai manajer dapat memantau kinerja keseluruhan karyawan secara langsung.

Kita sudah belajar bahwa perusahaan yang telah tersusupi budaya ABS atau Asal Bos Senang dapat merusak kinerja perusahaan tersebut ke depannya. Apabila seorang manajer sudah menikmati perilaku asal boss senang dari karyawannya maka itu adalah tanda bahwa bisnismu sudah tidak sehat. Untuk kembali ke jalurnya kamu harus tanggap atas keadaan yang terjadi.

ABS itu adalah ibarat kanker yang akan menggerogoti sekujur tubuh apabila tidak segera dibersihkan. Sebagai manajer adalah tanggung jawab kita untuk memberi kemaslahatan bagi semua karyawan. Apabila perilaku ini sampai keterusan akan menyebabkan banyak mudhorot dan bermuara pada bangkrutnya bisnis kamu.

Apabila kamu seorang manajer yang sedang butuh upgrading tim dan ingin memantau perkembangan tim, maka SEKOLAH MANAJER DIGITAL MARKETING adalah tempat yang cocok buat kamu menimba ilmu. Bersama mentor yang ahli dalam bidang manajerial, kamu akan lebih pede dalam menjalankan segenap keputusan perusahaan. Termasuk bergabung di sini juga akan membuat kamu bisa mendeteksi apakah perusahaanmu sudah terinfeksi perilaku ABS  yang berpotensi merusak perusasahaan. Kamu dapat menghubungi kami apabila butuh sentuhan dan konsultasi terkait bisnis dan wirausaha. Salam entrepreneur.

Tinggalkan Komentar

Buka WhtasApp
Hallo.
Ada yang bisa kami bantu?
Klik disini untuk chat Via WhatsApp