Belajar Berani Mengambil Resiko dalam Wirausaha itu Tidak Mudah

Belajar Berani Mengambil Resiko – Wirausaha memang tidak semudah omongan motivator dalam sebuah kelas Bisnis. Sebagai seorang pengusaha, kita kerapkali dihadapkan pada dua atau lebih pilihan yang serba sulit tapi harus segera diambil keputusannya. Kita harus membiasakan diri untuk hidup serba hitam putih di dalam bisnis. Untung dan rugi batasnya jelas sekali. Apabila ingin untung, maka harus mengambil keputusan seberapapun resiko di akhir cerita. Tulisan ini akan sedikit mengulas mengenai keberanian dalam mengambil resiko dalam wirausaha.

Seringkali kita hanya mendengar kisah manis dari dunia bisnis. Semisal punya franchise di berbagai tempat, punya cabang di berbagai kota, dan lain sebagainya. Namun kita jarang sekali mendengar kisah dari sebuah perjalanan bisnis yang terkadang tidak serba manis melainkan pahit namun mengobati dahaga kita akan cerita motivatif.

Kali ini saya akan bercerita mengenai sebuah kisah wirausaha dari Dosen Jualan atau Bapak Suryadin Laoddang. Beliau adalah seorang pebisnis, perintis start up, dan penulis banyak buku terkait digital marketing. Sudah belasan tahun beliau menekuni dunia wirausaha dan sampai kini beliau tidak henti mencetak wirausahawan muda dari sekolahnya, Kampus Dosen Jualan. Bagaimana kisah beliau dalam hal keberaniannya mengambil resiko saat berbisnis?

Kisah Tentang Seorang Yang Berani Mengambil Resiko dalam Wirausaha

  1. Berani Mengambil Resiko Artinya Berani untung Sedikit Tapi Modal Tetap Jalan

Seringkali pak Dosen Jualan mewanti-wanti kepada siswanya di Kampus Dosen Jualan untuk berani menahan segala keinginan bersifat sementara untuk keberlangsungan sebuah program wirausaha. Beliau mencontohkan di awal bisnisnya sebagai pembicara digital marketing. Ketika itu baru ada satu-dua undangan untuk mengisi seminar. Apabila dihitung, bayaran untuk tampil pada sebuah seminar hampir habis beliau gunakan untuk akomodasi ke tempat acara.

Tapi itu bukanlah sebuah masalah yang besar karena beliau termotiivasi ingin memberikan ilmunya kepada khalayak luas. Melalui proses sabar itu akhirnya beliau mendapat undangan dari tempat lain dan dalam setahun hampir ada 252 panggilan mengisi seminar.

Bapak Dosen Jualan mengajarkan kepada kita untuk menahan keinginan untuk segera mendapatkan hasil. Karena proseslah yang lebih penting. Apabila terpaku pada hasil dari mengisi seminar, tentunya Dosen Jualan tidak akan seterkenal sekarang.

  1. Alasan Berani Mengambil Resiko Terkadang Sederhana

Manusia adalah makhluk yang tidak sepenuhnya rasional. Kadang kalkulasi yang sangat terukur justru akan membuat kita takut dalam mengambil resiko. Hal ini juga dicontohkan oleh Bapak Suryadin Laoddang ketika mengisi kelas di kampusnya.

Beliau sering berkisah di sela-sela materi bahwa bisnisnya sempat collapse ketika awal pandemic Corona di tahun 2020. Beliau mengubur semua kenangan tentang kampusnya dan berupaya membangunnya lagi kelak di kemudian hari.

Tak berapa lama, kampusnya kembali berdiri dengan situasi yang serba baru dan sistem yang baru pula. Namun keyakinannya bahwa Kampus Dosen Jualan adalah bisnis yang sangat potensila itulah yang membuat kampusnya kini bangkit lagi dan kembali tampil sebagai pelatihan digital marketing terkemuka di Jogja. Alasan Dosen Jualan berani mengambil resiko ketika bangkit lagi sebenarnya sangatlah sederhana, yakni keyakinan bahwa kampusnya adalah ladang amal yang tidak ada habisnya.

  1. Keberanian dalam Mengambil Keputusan itu Perlu Sekalipun Bisa Meleset

Dosen jualan terkenal berani mengambil keputusan dalam berbisnis. Tidak sekali dua kali beliau memilih keputusan yang berani namun berakhir manis. Namun juga tidak jarang keberanian tersebut berbuah hal yang agak pahit.

Pak dosen jualan kembali mencontohkan bahwa kampusnya pra-pandemi covid-19 sempat akan bertumbuh pesat. Beliau berani membuka cabang di Cibubur, Tangerang, dan Makassar karena saking beraninya. Tapi ternyata takdir berkata lain. Badai pandemi datang dan membawa efek yang buruk terhadap dunia wirausaha kala itu.

Namun pengalaman tersebut bukan menjadi alasan untuk menghentikan bisnis. Dengan segala sisa kekuatan, akhirnya beliau bangkit kembali dan menorehkan pencapaian yang tidak beliau capai sebelumnya. Ini merupakan sebuah keajaiban ketika kita berani mengambil resiko. Karena dengan keberanian tersebut sebenarnya kita juga sudah siap jika sewaktu-waktu akan gagal.

Itulah tadi tiga pelajaran tentang sikap berani mengambil resiko berdasarkan pengalaman wirausaha dari Pak Dosen Jualan. Kita dapat memetik pelajaran dari wirausaha beliau yang jatuh bangun. Sebuah hikmah yang mungkin saja ada adalah bahwa resiko apapun tidak akan pernah bisa membuat kita hancur. Justru lewat keberanian mengambil resiko itulah kita akan lebih kuat lagi dalam berbisnis.

Memang perlu adanya sharing-sharing terkait pengalaman dunia wirausaha salah satunya adalah tentang sikap berani mengambil resiko dalam wirausaha. Sebab dari berbagai pengalaman orang itulah kita dapat menyusun antisipasi apabila bisnis kita mengalami pengalaman yang serupa.

Salah satu media dalam sharing pengalaman bisnis itu adalah di Sekolah Manajer Digital Marketing di Jogja. Di sini kita bisa membagikan keluh kesah apapun terkait dunia wirausaha dan akan mendapatkan konsultasi dari pakar bisnis yang sudah berpengalaman. Misalnya anda mempunyai masalah belum mempunyai sikap berani mengambil resiko maka di sinilah tempat untuk menggodoknya.

Tinggalkan Komentar

Buka WhtasApp
Hallo.
Ada yang bisa kami bantu?
Klik disini untuk chat Via WhatsApp